Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA
SELEPAS jatuhnya rezim Bashar al-Assad yang sudah berkuasa sejak tahun 2000, hubungan Rusia dan Suriah mengalami penurunan. Rezim Bashar al-Assad yang sangat dekat dengan Rusia memungkinkan beliau dapat suaka politik oleh Presiden Vradimir Putin yang hingga kini berada di Rusia. Jatuhnya kota Damaskus menandai berakhirnya kekuasaan dan juga menandai terjadinya perubahan di kawasan timur tengah khususnya yang dikenal dengan “The Arab Spring”. Lebih kurang 2 tahun jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024 dan membuka kembali hubungan Rusia dan Suriah dengan lembaran baru berupa dialog selepas jatuhnya rezim Bashar al-Assad.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Suriah, Ahmad al-Sharaa bersepakat dan menata kembali pentingnya nota kesepahaman terkait dengan penataan ulang kehadiran militer Moskow di pangkalan Hmeimim dan Tartus yang sudah ada sejak presiden Bashar al-Assad berkuasa hingga kejatuhannya. Sebagaimana dikutif oleh kantor berita Anadolu, Moskow dan Damaskus telah kondisi terkini serta prospek pengembangan hubungan Moskow dan Damaskus ke depannya. Moskow dan Damaskus juga berkomitmen secara bersama-sama memperdalam dialog politik dan memperluas kerja sama di sektor perdagangan, ekonomi, kemanusiaan, hingga berbagai bidang strategis lainnya selepas rezim Bashar al-Assad. Vradimir Putin juga berkomitmen mendukung integritas wilayah dan kedaulatan Suriah dari ancaman negara di sekitarnya seperti oleh Israel. Mendorong agar terciptanya kondisi yang kondusif bagi normalisasi jangka panjang dan rekonstruksi pasca konflik dan perang saudara selama 14 tahun.
Rusia dan Suriah juga bersepakat untuk reorganisasi pangkalan udara Hmeimim dan fasilitas logistik Tartus yang ada di Suriah selepas jatuhnya rezim Bashar al-Assad yang sempat terbengkalai. Presiden Putin dan Presiden Sharaa juga bersepata untuk terus melanjutkan komunikasi di berbagai tingkatan. Vradimir Putin menegaskan kembali dukungan Rusia terhadap persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayah Suriah dan sekaligus menekankan penolakan Moskow atas serangan dan pelanggaran dari pihak Israel yang merusak kedaulatan Suriah. Baru baru ini Israel menyerang pangkalan militer di Suriah yang oleh Israel bahwa Turki berniat untuk memperkuat militernya di Suriah dan dianggap mengancam kedaulatan Israel.
Baik Moskow dan Damaskus bersepakat untuk mendiskusikan perkembangan situasi di kawasan timur tengah dan menekankan pentingnya koordinasi, konsultasi serta komunikasi yang berkesinambungan antara Damaskus dan Moskow yang sempat mengalami penurunan hubungan diplomatik demi menjaga kepentingan bersama serta menjaga stabilitas dan keamanan di Suriah maupun kawasan sekitarnya (timur tengah). Untuk pertama kalinya, Presiden Sharaa berkunjung ke ibu kota Rusia, Moskow pada bulan Januari lalu yang menghasilkan beberapa kesepakatan. Hasil kunjungan Sharaa tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menata ulang kehadiran militer Rusia di pangkalan Hmeimim dan Tartus di Suriah barat, selepas kejatuhan rezim Bashar al-Assad.***
(Hasrul Sani Siregar, MA. Penulis; Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM, Bangi Selangor Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau/Penulis Buku : Masalah-masalah Politik, Internasional dan Globalisasi)