Hutan Sudah jadi Kebun Sawit, Ini Arahan Bupati Siak Perkuat Mitigasi Bencana Banjir dan Longsor

A

administrator

Jumat, 05 Desember 2025 | 00:00 WIB

Hutan Sudah jadi Kebun Sawit, Ini Arahan Bupati Siak Perkuat Mitigasi Bencana Banjir dan Longsor

SIAK, AmiraRiau.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menggelar rapat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi (banjir dan longsor) sekaligus persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Rapat ini dihadiri oleh Forkopimda, OPD, para Camat, dan perwakilan perusahaan di Kabupaten Siak.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan bahwa kekhawatiran utama saat ini adalah ancaman banjir akibat curah hujan tinggi dan pasang keling, yang diperparah oleh faktor lingkungan.

“Hutan kita beralih jadi lahan sawit, sejauh mata memandang lahan sawit, mana ada lagi daerah tangkapan air. Inilah penyebab banjir mudah terjadi,” kata Bupati Afni Zulkifli.

Bupati menyoroti bahwa Kecamatan Minas dan Kandis menjadi daerah yang sering terjadi tanah longsor, dan secara umum seluruh Kecamatan dan Kampung di Siak masuk daerah rawan banjir/longsor (berdasarkan pantauan BMKG).

Meskipun status Siak berada pada Siaga Darurat Bencana dengan dana terbatas, mitigasi harus tetap berjalan. Solusi utama yang ditekankan oleh Bupati Afni adalah Normalisasi Kanal/Sungai.

Bupati meminta perusahaan-perusahaan yang memiliki kebun berbatasan langsung dengan sungai dan kanal untuk melakukan pengerukan dan normalisasi kanal agar air mengalir lancar.

Bupati juga mengancam akan menindak tegas (melanggar undang-undang lingkungan) baik perusahaan maupun masyarakat yang tidak taat.

Bupati Afni juga meminta seluruh camat untuk berkoordinasi dengan perusahaan setempat dan melakukan pemantauan berkala terhadap kampung-kampung rawan banjir.

Selain mitigasi bencana, rapat juga membahas langkah-langkah pengamanan menjelang Nataru 2026, yang meliputi kesiapan personel, pengaturan lalu lintas, stabilitas pasokan kebutuhan pokok dan keamanan lingkungan masyarakat.

Kolaborasi antara Pemda, Forkopimda, dan pihak perusahaan ditekankan sebagai kunci untuk memastikan masyarakat Siak merasa aman, terlindungi, dan nyaman.***