Kapolres Bengkulu Selatan Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar, Sasar Perang Sarung dan Balap Liar

A

administrator

Kamis, 26 Februari 2026 | 00:00 WIB

Kapolres Bengkulu Selatan Pimpin Patroli Gabungan Skala Besar, Sasar Perang Sarung dan Balap Liar

MANNA, AmiraRiau.com – Menanggapi gangguan keamanan yang mulai meresahkan warga di awal Ramadan 1447 H, Polres Bengkulu Selatan menggelar Patroli Gabungan Skala Besar pada Rabu (25/2/2026). Langkah tegas ini diambil untuk mengantisipasi fenomena "perang sarung" dan balap liar yang dilaporkan mulai mengancam nyawa masyarakat.

Patroli lintas instansi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Awilzan, S.I.K., M.H., dengan melibatkan unsur TNI (Kodim 0408/BS), Satpol PP, BPBD, hingga Dinas Perhubungan.

Dalam arahannya, AKBP Awilzan menekankan bahwa kehadiran petugas di lapangan adalah jawaban atas kekhawatiran masyarakat terhadap aksi remaja yang membahayakan di jalanan.

"Beberapa hari ini terjadi kejadian perang sarung dan balap liar di Bengkulu Selatan yang tidak hanya meresahkan, tapi sudah mengancam nyawa. Kita hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif bagi masyarakat yang beribadah," tegas AKBP Awilzan.

Kapolres juga menginstruksikan kepada seluruh personel untuk bertindak secara humanis namun tetap tegas, serta mengutamakan keselamatan selama bertugas di lapangan.

Patroli ini menunjukkan keseriusan koordinasi antar-lembaga di Bengkulu Selatan dengan melibatkan kekuatan penuh, antara lain Polres Bengkulu Selatan dengan 4 Peleton personel berseragam dan 2 Peleton personel berpakaian preman (intelijen/reserse), serta TNI dan Pemkab masing-masing 1 Peleton dari Kodim 0408/BS, BPBD, Dishub, dan Satpol PP.

Rute patroli dimulai dari Mapolres Bengkulu Selatan menuju jalan-jalan protokol seperti Jl. Ahmad Yani, Simpang Rukis, hingga Jl. Jendral Sudirman. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan apel konsolidasi di Gedung DPRD Bengkulu Selatan untuk mengevaluasi hasil penyisiran.

Melalui patroli rutin ini, diharapkan bibit-bibit gangguan kamtibmas dapat diredam sejak dini. Kepolisian juga mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, terutama pada jam-jam rawan setelah shalat tarawih hingga menjelang sahur, agar tidak terlibat dalam aksi yang merugikan diri sendiri dan orang lain.***

Penulis: Erlan S