PASIR PENGARAIAN, AmiraRiau.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pembinaan berkualitas. Salah satunya melalui program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga binaan.
Pada Senin (11/5/2026), warga binaan di lingkungan Lapas Pasir Pengaraian terpantau antusias mengikuti proses pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket C. Program ini merupakan langkah nyata dalam memenuhi hak pendidikan meskipun mereka sedang menjalani masa pidana.
Penuhi Hak Pendidikan dan Bekal Reintegrasi Sosial
Penyelenggaraan sekolah paket ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Dengan melanjutkan pendidikan formal yang sempat terputus, warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk reintegrasi sosial saat bebas nanti.
Selain peningkatan kemampuan akademik, program ini dirancang untuk:
- Membangun rasa percaya diri.
- Menanamkan kedisiplinan diri.
- Meningkatkan motivasi untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Kegiatan ini selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin "Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan". Fokus utamanya adalah penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi warga binaan di seluruh Indonesia.
Kepala Lapas Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Ega Saputra, menegaskan pentingnya akses pendidikan di dalam Lapas.
“Kami berharap melalui program ini, warga binaan tetap memperoleh pendidikan yang layak. Pendidikan adalah investasi penting bagi mereka untuk memperbaiki kualitas diri dan bersiap menghadapi kehidupan yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” ujar Ega Saputra.
Menuju Pembinaan yang Humanis dan Edukatif
Lapas Pasir Pengaraian berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang positif dan edukatif. Pendekatan pembinaan yang humanis ini diharapkan mampu membentuk pribadi warga binaan yang lebih mandiri dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dengan adanya pendidikan kesetaraan, jeruji besi bukan lagi penghalang bagi mereka yang ingin terus mengasah ilmu dan meraih masa depan yang lebih cerah.
(Humas Lapas/yus)