Program PERKASA Pastikan Kondisi Fisik Warga Binaan Lapas Pasir Pengaraian Tetap Prima

I

Isman

Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:37 WIB

Program PERKASA Pastikan Kondisi Fisik Warga Binaan Lapas Pasir Pengaraian Tetap Prima
Melalui inovasi bertajuk PERKASA, jajaran subseksi perawatan rutin melakukan pemantauan kondisi fisik warga binaan, Sabtu (9/5/2026).

PASIR PENGARAIAN, AmiraRiau.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian terus memperkuat komitmennya dalam pemenuhan hak-hak warga binaan, khususnya di bidang kesehatan. Melalui inovasi bertajuk PERKASA (Pemeriksaan Kesehatan Hari Sabtu), jajaran subseksi perawatan rutin melakukan pemantauan kondisi fisik warga binaan, Sabtu (09/05/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan biasa, melainkan langkah preventif menyeluruh yang mencakup pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, hingga pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan).

Kasubsi Perawatan Lapas Pasir Pengaraian, Jaya Harsa, menegaskan bahwa kesehatan adalah pondasi utama dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, warga binaan tidak akan bisa mengikuti program pembinaan kepribadian maupun kemandirian jika kondisi fisiknya terganggu.

"Melalui program PERKASA ini, kami melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan. Pengecekan rutin kolesterol dan gula darah sangat penting agar kami bisa segera mengambil tindakan medis jika ditemukan indikasi penyakit kronis," jelas Jaya Harsa.

Program PERKASA dirancang untuk menciptakan lingkungan lapas yang lebih humanis. Dengan hadirnya layanan kesehatan yang proaktif setiap akhir pekan, warga binaan merasa lebih diperhatikan kesejahteraannya. Antusiasme terlihat saat para warga binaan tertib mengantre untuk berkonsultasi mengenai kondisi fisik mereka kepada tim medis lapas.

Jaya Harsa berharap program ini mampu menumbuhkan kesadaran mandiri bagi warga binaan untuk menjaga pola hidup sehat meskipun berada di dalam lingkungan terbatas.

"Kami ingin menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang komprehensif. Tidak hanya fokus pada pembinaan disiplin, tetapi juga aspek kesejahteraan dan kesehatan. Dengan tubuh yang sehat, proses kembali ke masyarakat nantinya akan jauh lebih siap," tambahnya.***

Penulis: Yus

Editor: Isman

Sumber: Humas Lapas