KAUR, AmiraRiau.com — Tabir kelam di balik penemuan bayi perempuan di area tumpukan sampah bawah Jembatan Padang Guci, Kabupaten Kaur, Bengkulu, perlahan mulai tersibak. Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Kemuning berhasil mengidentifikasi dan mengamankan pihak-pihak yang diduga kuat bertanggung jawab atas peristiwa memilukan tersebut.
Seorang perempuan berinisial FA (23) diamankan dan diduga sebagai ibu kandung sang bayi. Bersama FA, polisi juga mengamankan seorang pria yang diduga merupakan ayah biologis dari bayi malang tersebut.
Terungkapnya identitas FA bermula saat ia dilarikan ke fasilitas kesehatan di wilayah Talang Randai dalam kondisi pendarahan hebat pasca melahirkan. FA kemudian dirujuk menggunakan ambulans ke RSUD Hasanuddin Damrah, Manna.
Hingga saat ini, FA masih terbaring lemah di bawah pengawasan medis ketat. Meski kondisinya dilaporkan mulai stabil, pihak kepolisian belum bisa melakukan pemeriksaan mendalam terkait motif tindakan keji tersebut hingga kesehatan yang bersangkutan pulih sepenuhnya.
Bayi perempuan dengan bobot sekitar 3 kilogram itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Nawan pada pagi hari sekitar pukul 06.20 WIB. Kondisinya saat ditemukan sangat memprihatinkan karena tergeletak di area tumpukan sampah yang lokasinya berada di pinggir aliran sungai bawah jembatan dan ditemukan tanpa perlindungan yang layak bagi bayi baru lahir.
Beruntung, respon cepat warga dan aparat membuat nyawa bayi tersebut dapat diselamatkan, meski peristiwa ini telah menyisakan luka batin yang mendalam bagi masyarakat yang menyaksikannya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut guna merangkai kronologi kejadian secara utuh. Fokus utama aparat saat ini adalah mengungkap motif di balik pembuangan bayi, memastikan kesehatan fisik ibu dan bayi tetap terjaga selama proses hukum serta menindak tegas para pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi publik tentang pentingnya tanggung jawab dan kemanusiaan. Penegakan hukum akan terus dijalankan demi memastikan keadilan bagi nyawa tak berdosa yang baru saja menghirup udara dunia tersebut.***
Penulis: Erlan S