BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Bengkulu Selatan kembali mengukir prestasi dalam perang melawan narkotika. Dalam operasi kilat kurang dari 12 jam, Tim BADAI berhasil membongkar tiga jaringan penyalahgunaan ganja dan meringkus tiga tersangka di lokasi berbeda pada periode Minggu malam hingga Senin dini hari (4/5/2026).
Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba, Iptu Erik Fahreza, ini menjadi sinyal keras bagi para bandar dan pengedar di wilayah Bengkulu Selatan.
Kronologi dimulai pada pukul 19.30 WIB (Pasar Manna), dimana operasi bermula di Jalan Iskandar Baksir. Polisi mengamankan FE (45), warga Desa Gunung Kembang, dengan barang bukti dua paket ganja siap edar dan satu unit sepeda motor tanpa pelat nomor.
Pada pukul 20.30 WIB, hanya berselang satu jam, Tim BADAI bergerak ke Perumnas Kayu Kunyit. Seorang karyawan swasta berinisial RCW alias VJ (31) diciduk bersama lima paket ganja yang disimpan dalam tas selempang dan pukul 05.30 WIB puncak operasi terjadi saat fajar. Petugas menggerebek sebuah kontrakan di Jalan Pemangku Basri dan menangkap seorang mahasiswa berinisial YA (25).
Penangkapan YA menjadi yang paling signifikan. Polisi menemukan total 34 paket ganja. Satu paket besar ditemukan terbungkus aluminium foil seberat 630,11 gram, sementara 33 paket lainnya berukuran sedang dan diduga kuat siap diedarkan ke kalangan anak muda. Timbangan manual dan koper penyimpanan turut disita sebagai bukti aktivitas perdagangan.
Kasat Resnarkoba, Iptu Erik Fahreza, menegaskan bahwa kepolisian akan terus memburu siapa pun yang terlibat dalam peredaran barang haram tersebut.
"Dalam waktu kurang dari satu hari, tiga kasus berhasil kami ungkap. Ini adalah bukti keseriusan kami. Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku narkoba di Bengkulu Selatan," tegas Iptu Erik.
Saat ini, ketiga tersangka telah mendekam di Mapolres Bengkulu Selatan untuk pemeriksaan urine dan pendalaman jaringan guna mengungkap asal muasal barang haram tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berani melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.***
Penulis: DL