Senyum di Balik Seragam, Menjemput Berkah Ramadan di Jalan Syamsul Bahrun

A

administrator

Selasa, 03 Maret 2026 | 00:00 WIB

Senyum di Balik Seragam, Menjemput Berkah Ramadan di Jalan Syamsul Bahrun

MANNA, AmiraRiau.com – Matahari mulai condong ke arah barat di langit Kota Manna, Selasa (3/3/2026). Aspal di Jalan Syamsul Bahrun, tepat di depan Mapolres Bengkulu Selatan, masih memantulkan sisa panas siang hari. Namun, di bawah langit sore yang beranjak jingga itu, suasana kaku markas kepolisian mendadak luluh oleh kehangatan yang berbeda.

Bukan razia surat kendaraan atau pemeriksaan identitas yang ditemui pengendara sore itu. Melainkan jajaran pria dan wanita berseragam cokelat, ditemani ibu-ibu Bhayangkari dengan seragam merah jambunya, yang berdiri di tepi jalan dengan tangan penuh bungkusan.

Di barisan depan, Wakapolres Bengkulu Selatan, Kompol Berlan Simanjuntak, tampak sibuk namun tetap melempar senyum lebar. Di tangannya, kotak-kotak kue dan plastik berisi es kelapa muda berpindah tangan kepada para musafir yang sedang berkejaran dengan waktu berbuka.

Bagi seorang sopir angkutan atau pengendara motor yang harus menempuh perjalanan jauh, waktu menjelang berbuka sering kali menjadi momen yang mendebarkan. Antara keinginan untuk segera sampai di rumah dan kewajiban membatalkan puasa tepat waktu.

Di sinilah Polri hadir. Es kelapa muda yang jernih dengan potongan daging kelapa di dalamnya seolah menjadi oase kecil bagi mereka yang tenggorokannya mulai mengering setelah seharian menahan dahaga.

"Kami ingin berbagi sedikit kebahagiaan. Terutama bagi mereka yang mungkin tak sempat sampai di rumah tepat saat bedug magrib bertalu," ujar Kompol Berlan di sela-sela kegiatannya. Suaranya terdengar ramah, jauh dari kesan tegas yang biasa melekat pada jabatan seorang Wakapolres.

Pemandangan sore itu juga memperlihatkan sisi lain dari hubungan kemitraan. Para insan pers, yang biasanya sibuk memegang kamera dan buku catatan untuk meliput berita, kini turut bahu-membahu membagikan paket takjil. Tak ada sekat antara aparat dan pewarta; semuanya melebur dalam satu semangat, kepedulian.

Seorang warga yang melintas, dengan dahi masih berkeringat, tampak terkejut saat motornya dihentikan oleh petugas. Wajah tegangnya segera berubah menjadi senyum lega saat sebuah kotak kue dan es kelapa disodorkan kepadanya.

"Terima kasih, Pak Polisi. Semoga Allah membalas kebaikannya," ucapnya tulus sebelum kembali memacu kendaraannya.

Kegiatan ini memang berakhir pada pukul 16.30 WIB, namun kesan yang ditinggalkan jauh lebih lama dari itu. Bagi Polres Bengkulu Selatan, pembagian takjil bukan sekadar menggugurkan kewajiban sosial di Bulan Suci Ramadan 1447 H. Ini adalah upaya "mengetuk pintu hati" masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Kompol Berlan, Polri ingin menjadi "peladang yang baik"—menanam benih kepercayaan dan memanen kedekatan dengan warga. Di jalanan Kelurahan Ibul sore itu, mereka tidak hanya membagikan makanan untuk perut yang lapar, tetapi juga menyebarkan pesan bahwa di balik seragam yang gagah, tetap ada hati yang peduli.

Saat azan Magrib akhirnya berkumandang tak lama kemudian, Jalan Syamsul Bahrun kembali sunyi. Namun, sisa kebahagiaan dari es kelapa dan kue kotak itu masih tertinggal di rumah-rumah warga, menjadi saksi bahwa Ramadan di Bengkulu Selatan tahun ini dimulai dengan satu kata, kebersamaan!***

Penulis: DL