Sinergi Polsek Tambang dan Pengelola SPBU, Pastikan Distribusi BBM Transparan dan Bebas Antrean Panjang

I

Isman

Kamis, 07 Mei 2026 | 10:42 WIB

Sinergi Polsek Tambang dan Pengelola SPBU, Pastikan Distribusi BBM Transparan dan Bebas Antrean Panjang
Kapolsek Tambang, AKP Aulia Rahman, menggelar rapat koordinasi terkait antisipasi kelangkaan BBM bersama pemilik dan pengelola SPBU di wilayah hukum Polsek Tambang.

TAMBANG, AmiraRiau.com- Kapolsek Tambang, AKP Aulia Rahman, menggelar rapat koordinasi terkait antisipasi kelangkaan BBM bersama pemilik dan pengelola SPBU di wilayah hukum Polsek Tambang, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ps Kanit IK Polsek Tambang AIPDA J. Sianipar, Manager SPBU Desa Kualu Hamdan Kamal, Manager SPBU Desa Sungai Pinang M. Yusuf, Pengawas SPBU Kampa Mareta Angela, petugas keamanan SPBU Kualu Nenas Yendra, serta Manager Area PT Awal Bros Bobby.

Dalam arahannya, Kapolsek Tambang menegaskan pentingnya menjaga stabilitas distribusi BBM serta menghindari praktik penimbunan maupun penyalahgunaan yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas akibat kelangkaan BBM, seperti antrean panjang, perselisihan antarwarga hingga aksi protes, dengan memastikan pelayanan berjalan tertib dan transparan,” ujar Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan melalui Kapolsek Tambang AKP Aulia Rahman.

Pihak kepolisian juga meminta SPBU tidak melayani pembelian BBM menggunakan jerigen atau drum tanpa rekomendasi resmi guna mencegah penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

“Kami meminta SPBU mengutamakan pelayanan kepada masyarakat umum serta memastikan penyaluran BBM berjalan adil dan merata,” tegasnya.

Selain itu, apabila terjadi keterlambatan pasokan BBM, pihak SPBU diminta segera memberikan informasi secara jelas kepada masyarakat guna menghindari kesalahpahaman dan potensi konflik.

Kapolsek juga menyoroti potensi kemacetan akibat antrean kendaraan di SPBU. 

Karena itu, koordinasi dengan pihak kepolisian dinilai penting untuk penempatan personel di titik rawan kemacetan.

“Kami dari pihak kepolisian akan melaksanakan patroli, pengamanan, dan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU maupun ruas jalan rawan macet,” tambahnya.

Sementara itu, Manager SPBU Desa Kualu, Hamdan Kamal, menyampaikan bahwa seluruh operasional SPBU berada dalam pengawasan ketat pemerintah, media, dan pihak pengawas terkait.

“Seluruh aktivitas penyaluran BBM telah dilengkapi CCTV yang terintegrasi dan terhubung langsung dengan pihak pengawas pusat sehingga dapat dimonitor secara real time,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa sistem distribusi BBM berada di bawah pengawasan PT Pertamina (Persero), termasuk pengaturan kuota dan suplai ke masing-masing SPBU.

“Jika terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang ditetapkan Pertamina, maka sanksi tegas akan diberikan berupa skorsing operasional hingga penghentian suplai BBM,” tegasnya.

Di sisi lain, Ps Kanit IK Polsek Tambang AIPDA J. Sianipar mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring dan penggalangan terhadap seluruh SPBU di wilayah hukum Polsek Tambang guna mengantisipasi gangguan kamtibmas akibat kelangkaan BBM.

“Kami juga melaksanakan patroli rutin dan intensif ke SPBU, khususnya pada jam-jam rawan antrean panjang dan potensi konflik di masyarakat,” pungkasnya.***

Penulis: Ali Akbar

Editor: Isman