BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com — Warga Desa Ganjuh, Kecamatan Pino, mengeluhkan belum tersedianya jaringan WiFi yang dapat diakses secara merata di wilayah mereka. Hingga Maret 2026, masyarakat setempat masih harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan sinyal internet yang memadai guna menunjang aktivitas sehari-hari.
Ketiadaan infrastruktur digital ini dinilai menjadi hambatan serius, terutama bagi generasi muda dan penggerak ekonomi desa.
Kondisi ini berdampak langsung pada proses belajar mengajar. Sejumlah pelajar di Desa Ganjuh mengaku kesulitan mengerjakan tugas sekolah yang berbasis daring (online). Tak jarang, mereka harus menempuh perjalanan keluar desa hanya untuk mencari titik sinyal yang stabil.
Bukan hanya sektor pendidikan, pelaku usaha kecil (UMKM) juga mengeluhkan keterbatasan akses dalam memasarkan produk mereka secara daring. "Kalau butuh internet, kami harus keluar desa. Itu pun belum tentu lancar," ujar salah seorang warga, Minggu (29/3/2026).
Tokoh masyarakat setempat, Muktallipin, berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Menurutnya, di era digital saat ini, akses internet bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan dasar.
"Kami berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan jaringan internet di Desa Ganjuh agar masyarakat tidak terus tertinggal. Akses informasi adalah kunci kemajuan desa modern," tegas Muktallipin.
Pihak Pemerintah Desa Ganjuh mengonfirmasi bahwa mereka telah mengajukan usulan resmi pembangunan infrastruktur jaringan kepada dinas terkait. Saat ini, warga hanya bisa menunggu realisasi agar layanan WiFi yang layak dapat segera dinikmati.
Dengan hadirnya jaringan internet yang memadai, warga optimistis kualitas pendidikan akan meningkat, peluang usaha meluas, dan kemajuan desa di era digital dapat terakselerasi. ***
Penulis: DL