Tangis Anak Prajurit di Sudut Ruangan, Mandat Baru Eva Diana dan Doa Mak-Abah yang Menembus Langit

A

administrator

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:00 WIB

Tangis Anak Prajurit di Sudut Ruangan, Mandat Baru Eva Diana dan Doa Mak-Abah yang Menembus Langit
Eva Diana, SH, bersama Suami Kiagus Muhammad Syukri, SH dan buah hati Kun Ahmad Atikun.

KOTA MANNA, AmiraRiau.com – Kedisiplinan bukanlah sekadar rangkaian aturan bagi Eva Diana, SH. Ia adalah "bahasa ibu" yang dipelajarinya lewat derap langkah di rumah seorang prajurit TNI AD. Nilai-nilai tanggung jawab itu telah mengalir dalam nadinya, jauh sebelum ia mengenakan seragam kebesaran Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan.

Sebagai bungsu dari tujuh bersaudara, Eva tidak tumbuh dalam dekapan kemanjaan. Di bawah asuhan Ibunda Djusnah (Mak) dan Ayahanda Ismail GA (Abah), ia justru ditempa oleh kesahajaan yang tegar. Dari mereka, Eva belajar sebuah kearifan: bahwa kehormatan sejati tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari hati yang rendah diri—hati yang tak pernah membedakan siapa pun yang ia temui di ruang-ruang pelayanan publik.

Momen yang Menggetarkan Jiwa
Jumat, 13 Februari 2026, menjadi catatan sejarah baru dalam garis hidupnya. Di aula Kantor Bappeda  Litbang Bengkulu Selatan, suasana mendadak terasa lambat saat protokoler menyebut namanya. Eva Diana, SH, resmi dilantik oleh Wakil Bupati Yevri Sudianto sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pajak dan pendapatan Daerah di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bengkulu Selatan.

Saat itu, dada Eva sesak. Ada sebongkah rasa yang tak mampu ia lukiskan dengan kata-kata. Begitu prosesi pelantikan usai, di tengah hiruk-pikuk ucapan selamat, Eva justru melangkah cepat menuju salah satu sudut sunyi di ruangan tersebut. Di sanalah, tangisnya pecah. Air mata yang sejak tadi tertahan, tumpah sejadi-jadinya.

Surat Cinta untuk Surga
Di balik kelopak matanya yang basah, bayang wajah Mak dan Abah hadir begitu nyata. Ia teringat masa-masa sulit saat sang ayah menempanya menjadi pribadi yang mandiri, dan kelembutan sang ibu yang selalu mendoakannya di setiap sujud. Eva seolah belum percaya, anak bungsu yang dulu diajarinya hidup sederhana, kini mengemban amanah besar bagi daerahnya.

"Ini adalah doa Mak dan Abah, juga doa keluarga besarku terutama suami Kiagus Muhammad Syukri dan sang buah hati Kun Ahmad Atikun. Aku tidak ada apa-apanya tanpa kuasa-Nya. Pencapaian ini sepenuhnya milik Mak dan Abah yang kini sudah tenang di sisi-Nya," tutur Eva dengan suara yang masih bergetar.

Kini, Eva Diana siap memulai langkah barunya di Bapenda Bengkulu Selatan. Ia membawa lebih dari sekadar Surat Keputusan (SK) jabatan; ia membawa integritas seorang anak prajurit dan ketulusan doa orang tua yang telah menjadi lentera dalam setiap langkah pengabdiannya bagi Bumi Sekundang Setungguan.*

Penulis: Erlan S