Warga Binaan Bakal Dilatih Beternak Ayam, Rutan Manna Bersinergi dengan Pengusaha Bengkulu Selatan

I

Isman

Minggu, 26 April 2026 | 10:07 WIB

Warga Binaan Bakal Dilatih Beternak Ayam, Rutan Manna Bersinergi dengan Pengusaha Bengkulu Selatan
Kepala Rutan Manna, Hannibal, S.Sos, M.Si, melakukan koordinasi intensif dengan pengusaha peternakan ayam petelur dan pedaging di Kabupaten Bengkulu Selatan, Sabtu (26/4/2026).

MANNA, AmiraRiau.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna terus bergerak cepat dalam mengimplementasikan program strategis nasional. Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos, M.Si, melakukan koordinasi intensif dengan pengusaha peternakan ayam petelur dan pedaging di Kabupaten Bengkulu Selatan, Sabtu (26/4/2026).

Langkah ini diambil untuk mendukung salah satu dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) yang memfokuskan pada penguatan ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan.

Didampingi staf pengelolaan dan keamanan, Karutan Hannibal mengunjungi langsung peternakan milik Rodi, S.Sos, di Desa Ula Lebar Pino. Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan peluang kerja sama teknis budidaya ayam yang nantinya dapat diterapkan di lingkungan Rutan.

Selain melihat fasilitas peternakan, diskusi juga melibatkan Jakson, pengusaha jagung pakan ternak setempat.

Kehadiran Jakson memberikan kepastian mengenai rantai pasok pakan yang berkelanjutan, yang merupakan komponen vital dalam usaha peternakan.

Karutan Hannibal menegaskan bahwa program ini memiliki nilai ganda: selain mendukung ketersediaan pangan daerah, juga menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan.

“Koordinasi ini adalah langkah awal membangun sinergi dengan pelaku usaha lokal. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata di bidang peternakan, sehingga mereka memiliki modal keahlian yang berguna saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Hannibal.

Melalui kolaborasi antara Rutan Manna dan para pengusaha lokal, diharapkan program ketahanan pangan ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu mengubah satuan kerja pemasyarakatan menjadi pusat kegiatan produktif yang memberikan kontribusi positif bagi ekonomi kerakyatan di Bengkulu Selatan.***

Penulis: DL

Editor: Isman