Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA
KERJASAMA di beberapa negara anggota ASEAN telah dilakukan dengan mengedepankan kepada kerjasama wilayah dengan keunggulan dan kedekatan wilayah antar wilayah. Kedekatan wilayah dan konektivitas kerjasama sudah berjalan dengan baik. Kerja sama empat negara anggota ASEAN yang dikenal dengan kerjasama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina yang disingkat dengan BIMP-EAGA (East ASEAN Growth Area). Beberapa kerjasama ekonomi dan pembangunan diantara negara-negara ASEAN sudah berjalan dan telah menghasilkan beberapa kesepakatan. Kerjasama ekonomi antara Indonesia, Malaysia, Singapura (IMS-Growth Triangle) sudah berjalan beberapa tahun yang lalu. Kerjasama IMS-GT yang ada sekarang yang sebelumnya bernama kerjasama SIJORI (Singapura, Johor dan Riau) yang melibatkan beberapa wilayah di Provinsi Riau, Johor dan Singapura yang sekarang telah diperluas dengan keikutsertaan beberapa wilayah di Sumatera dan juga wilayah Selangor, Negeri Sembilan dan Johor Bahru, Malaysia.
Kemudian kerjasama yang dikenal dengan kerjasama IMT-GT (Indonesia, Malaysia dan Thailand Growth Triangle) juga terus melakukan kerjasama yang dapat dikerjasamakan oleh tiga negara anggota ASEAN tersebut. Kerjasama IMT-Growt Triangles meliputi wilayah Thailand bagian selatan seperti Pattani, Satun, Songkla dan wilayah utara Malaysia seperti Kelantan, Terengganu dan kedah. Kerjasama IMT-GT ini telah berdampak positif terhadap wilayah-wilayah di ketiga negara tersebut.
Kerjasama regional empat negara yang disingkat dengan BIMP-EAGA (Brunai Darusalam, Indonesia, Malaysia dan Philippines East ASEAN Growth Area) merupakan salah satu kerja sama ekonomi subregional dengan tujuan utama adalah meningkatkan kerja sama ekonomi dan integrasi di antara wilayah anggotanya. Kerjasama yang sudah terbentuk sejak 24 Maret 1994 tersebut meliputi kerjasama di berbagai bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan investasi. Kerjasama regional BIMP-EAGA telah mencatat kemajuan dalam meningkatkan perdagangan, pariwisata, dan investasi. Negara bagian Sarawak, Malaysia tengah mengkaji pembangunan jalur kereta api antar wilayah yang menghubungkan 3 wilayah dari tiga Negara negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pemerintah Negara bagian Sarawak akan menjajaki potensi transportasi dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di pulau Kalimantan (Borneo).
Menteri Pengangkutan (perhubungan) Sarawak YB Dato Sri Lee Kim Shi menyebut proyek lintas tiga negara ini berpotensi memperkuat konektivitas (keterhubungan) kawasan. Selain itu, Sarawak juga berencana meluncurkan maskapai baru bernama Air Borneo pada Januari 2026 yang akan datang dengan jalur langsung menuju Ibukota Nusantara (IKN). Pertemuan antara negara bagian Sarawak dan Otorita IKN menjadi momentum menjajaki kerja sama di berbagai sektor, mulai dari transportasi, kesehatan, hingga kebudayaan. Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto menyambut baik rencana penerbangan langsung dari Negara bagian Sarawak, Malaysia ke Ibukota Nusantara (IKN) yang mana Bandara Nusantara akan segera beroperasi komersial. Konektivitas udara dan darat diyakini akan mempermudah mobilitas, memperkuat kolaborasi serumpun, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Tenggara.
Kerjasama regional BIMP-EAGA merupakan kerjasama ekonomi subregional yang bertujuan meningkatkan integrasi ekonomi dan konektivitas di antara wilayah anggotanya. Keempat negara yaitu Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina tidak dapat dipisahkan secara sosial, bahasa dan budaya, namun dipisahkan secara politik dan ekonomi serta memiliki kedaulatan masing-masing atas negaranya masing-masing. Di bidang keamanan regional kerjasama empat negara dalam BIMP-EAGA telah menurunkan angka pembajakan di perairan antara Sulawesi, Sabah, dan Filipina Selatan (Mindanao).
Indonesia dalam kerjasama BIMP-EAGA mengajak Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina untuk menjadi lumbung pangan di kawasan Asia Tenggara. Filipina yang menjadi bagian dalam kerjasama BIMP-EAGA akan menjadi ketua ASEAN tahun 2026 yang mana kerjasama regional akan menjadi tema utama dalam forum ASEAN tahun 2026 tersebut. Kerjasama regional BIMP-EAGA juga fokus pada pengembangan infrastruktur untuk mendukung perdagangan dan transportasi antar wilayah di ke empat negara tersebut. ***
(Hasrul Sani Siregar, MA. Penulis; Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM Bangi, Selangor Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau)